Peranan Pemuda dalam Kehidupan Sosial Masyarakat

Posted on 29 November 2009. Filed under: Uncategorized |

Sejarah Bangsa Indonesia mencatat pada tanggal 28 Oktober 1928, pemuda pemuda Indonesia yang berasal dari Jong Jawa, Jong Sumatra, Jong Ambon dan sebagainya mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan bersama yang sekarang disebut sebagai “Sumpah Pemuda”. Kesepakatan atau ikrar tersebut mengakui bahwa :  “Bertanah air Satu tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia, Berbahasa satu Bahasa Indonesia”, Sumpah pemuda lahir karena adanya ruang-ruang sempit pemikiran kedaerahan bangsa ini. Mengusung semangat sumpah pemuda, kita harus menghapus batas-batas kedaerahan, agama maupun partai untuk memajukan negara ini sesuai cita-cita the founding fathers. Ini merupakan cikal bakal pembentukan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Sumpah Pemuda (maaf bukan hanya pemuda saja yang terlibat tetapi juga pemudi) barangkali bisa dijadikan momentum untuk melakukan sumpah bagi bangsa dan negara Indonesia. Mencermati kondisi bangsa terkait dengan sumpah pemuda yang semangatnya semakin lama semakin memprihatinkan, maka kita sebagai pemuda Indonesia perlu bersumpah dan mengamalkan sumpah tersebut, tentunya agar pemuda memiliki kesadaran yang tinggi dalam penyelamatan kedaulatan negara dari imbrio retaknya persatuan dan kesatuan. Apa sajakah bentuk tindakan pengamalan untuk penyelamatan negeri tercinta ini khususnya dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan ini. Pemuda dan pemudi harus memiliki Kepedulian dan atau tanggap terhadap kepekaan sosial yang tinggi dan bisa membantu memberikan kontrol sosial dalam hidup bermasyarakat.

Melihat kondisi Bangsa Indonesia saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia secara sosio-geografis-ekonomi merupakan negara yang rawan bencana, baik itu karena perbuatan dan atau ulah manusia atau hukuman oleh alam. Sebagai catatan yang dimiliki, kerusuhan sosial etnik akibat kesenjangan ekonomi, gempa bumi, gunung meletus, gelombang pasang (tsunami), banjir, dan lain sebagainya akibat posisi yang berada di dua lempengan. Seperti kejadian pada Wikipedia Indonesia tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh.Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat: 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun di Aceh, (ANTARA News) Kamis, 27 Desember 2007 – sejumlah desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terendam banjir Harian Terbit  06 oktober 2009 PADANG – Wilayah Sumatera Barat belum lepas dari ancaman gempa. Setelah gempa 7,6 SR yang hingga siang ini menewaskan 625 orang, gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter kembali mengguncang ranah minang itu. Sehingga apabila bencana terjadi jumlah kerugian kehilangan sumber daya yang diderita lebih berat seperti banyaknya kuantitas korban, rusaknya infrastruktur fisik, tekanan psikologis korban, dan kerugian dalam bentuk investasi maupun kemanusiaan lainnya.

Pemuda dan pemudi perlu untuk peduli dan tanggap harus mempunyai rasa kemanusiaan (sense of humanism) terhadap sesama anak bangsa, dalam hal ini pemuda harus ikut serta berpartisipasi dalam penanggulangan bencana, sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana. Dibutuhkan sekali peranan pemuda dan pemudi untuk bertindak bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat luas, jangan dibalik mengatasnamakan rakyat tapi untuk kepentingan sendiri.

Tidak menutup mata banyak sekali pemuda dan pemudi kita sekarang ini yang terjebak dengan gaya hidup hedonisme, seakan akan hidup tolok ukurnya hanya dari segi kemewahan belaka. Saat ini perkembangan zaman sungguh luar biasa apabila tidak didukung dengan adanya moral, mental dan ikhtiar serta do’a. Maka akan dibawa kemanakah nantinya para pemuda pemudi Indonesia apabila sudah tak mampu lagi menepis godaan duniawi, sudah tidak mampu lagi menghargai vitalitas hidup apalagi tidak memiliki rasa nasionalisme lagi termasuk rapuhnya rasa persatuan dan kesatuan.

Mulai saat ini pemuda harus berjiwa sosial, berbudi luhur, dan bekerja ikhlas untuk kemanusiaan, sudah tidak ada lagi waktu untuk bermalas-malasan, saling membantu sesama anak bangsa, jadikan peristiwa bencana sebagai pengalaman kehidupan untuk di jadikan cermin dalam melangkah membangun negri tercinta kita Indonesia. Berikan bukti hasil perjuangan dalam bentuk apapun untuk generasi yang akan datang nantinya. Ini bisa dimulai dari diri kita untuk terus berupaya melestarikan alam sekitar kita sebagai antisipasi terjadinya bencana alam atau bencana karena perbuatan dari diri kita sendiri.
Hidup Pemuda Indonesia!

Kesimpulan :
Berdasarkan asumsi penulis sudah saatnya Sumpah Pemuda sebagai titik tolak dari kepedulian sosial dalam kesadaran berbangsa dan bernegara. Pemuda dan pemudi tidak hanya menjadi agent of change, tetapi Agent of Solution itu sendiri. Para pemuda dan pemudi untuk dapat berperan membantu pemerintah dalam kesiapsiagaan penanggulangan dan pemberian bantuan bila terjadi bencana. “Bangun semangat dan teruslah berbuat membantu masyarakat” .

 

Ditulis oleh : Ali Puspa Edi, S.Sos  Staf Bidang Kominfo pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi.

Di posting oleh http://www.arifast.com (BesfFast). 28 Oktober 2009.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: